Hai teman! Mungkin waktu kuliah saya sering mendengar dari teman-teman yang aktif di kampus yang mengatakan atau mengajak, “Coba ikut panitia A, atau coba masuk organisasi B. Jangan cuma jadi mahasiswa kupu-kupu (homeschool = kupu-kupu), tapi kura-kura. murid. -kura (kuliah organisasi).

Mungkin niat sobat baik, hanya mengajak untuk mencoba dinamika kuliah selain belajar di kampus. Memang setiap orang memiliki minat, karakter, kesukaan dan keinginan yang berbeda-beda.

Namun, aktif mengikuti organisasi, kepanitiaan, atau komunitas selama kuliah adalah hal yang baik untuk pengembangan diri, menambah koneksi, dan menambah CV, yang tentunya berguna saat melamar pekerjaan slot gacor setelah lulus kuliah. Jadi, tidak ada salahnya mencoba belajar menjadi mahasiswa yang aktif dalam perkuliahan.

Nah, sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan mahasiswa selama kuliah, berikut 5 tips yang bisa kamu coba untuk membantu memulai dan membiasakan diri aktif selama kuliah.

Bergabunglah dengan UKM/Komunitas

Bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)/Komunitas yang sesuai dengan minat dan bakat akan memudahkan Anda beradaptasi dengan baik. Di UKM ini umumnya banyak cabang minat dari masing-masing UKM/komunitas (seni – olahraga – sains – teknologi – dll).

Coba saja ikuti sesuai passion yang kamu suka. Tentunya dengan bergabung di UKM/komunitas juga akan bertemu dengan teman-teman mahasiswa lain yang memiliki minat yang sama, seperti memudahkan mencari teman dan koneksi baru juga.

Nggak cuma itu, kalau UKM/komunitas yang kamu ikuti juga aktif mengikuti lomba, event, kompetisi, kamu bisa coba ikutan lho. Yang mana, secara langsung juga bisa menambah pengalaman dan memberikan paparan yang berguna untuk melamar pekerjaan nantinya.

Bergabung dengan Organisasi/Komite

Menjadi anggota organisasi/komite di kampus ternyata tidak seseram yang dibayangkan. Ya memang, Anda akan disibukkan dengan berbagai program kerja dan rapat untuk pengembangan organisasi atau untuk keperluan persiapan acara kepanitiaan yang Anda ikuti. Namun, kegiatan tersebut berbuah manis dan memberi Anda ilmu dan pengalaman baru.

Baca juga: Mengetahui Peran dan Fungsi Mahasiswa Bagi Kehidupan Masyarakat

Misalnya melatih keterampilan tanggung jawab dan kebersamaan. Misalnya, saat rapat program, Anda mengeluarkan pendapat A saat rapat dengan anggota lain, namun pendapat Anda dianggap kurang solid. Namun, dari sudut pandang Anda, anggota lain memiliki ide baru yang disepakati oleh anggota organisasi lainnya.

Jadi ya, sebagai anggota organisasi, Anda harus bekerja sama dan bertanggung jawab untuk menjalankan ide-ide yang bukan milik Anda.

Kamu juga akan bertemu dengan teman-teman baru maupun senior yang tentunya bisa berbagi ilmu dan pengalaman. Selain itu, Anda juga akan memiliki banyak perspektif dalam pemecahan masalah karena Anda belajar dari satu sama lain.

Hal ini tentunya sangat berguna saat Anda berada di dunia kerja nantinya. Tapi ingat, mengikuti organisasi kampus ini tentunya tetap harus memperhatikan pembagian waktu belajar.

Mengikuti Seminar/Event di Kampus

Mirip dengan tips nomor satu dan dua. Mengikuti seminar/acara di kampus akan membantu Anda untuk mengumpulkan modal untuk koneksi jaringan dan pengetahuan untuk masa depan, meskipun tidak semua seminar/acara gratis. Umumnya seminar atau acara di kampus juga bervariasi.

Tidak semuanya dalam format seminar pembicara/talkshow dengan narasumber. Meski tidak bisa dipungkiri, Anda akan bertemu dengan mentor-mentor hebat yang memperluas wawasan dan cara berpikir Anda.

Tak jarang ada berbagai acara seru seperti festival musik, acara pencarian bakat, perkenalan UKM, dan masih banyak acara seru lainnya di kampus. Caranya adalah dengan memilih seminar yang memang memberikan materi terkait dengan jurusan atau mungkin terkait dengan profesi yang ingin Anda pilih kedepannya.

Oh iya satu lagi, banyak juga seminar atau event yang memberikan sertifikasi bagi mahasiswa yang mengikuti kegiatannya.

Temukan Teman di Frekuensi

Tip keempat secara logis cukup sederhana tetapi efeknya signifikan. Logikanya misalnya ingin mulai aktif, coba ikut organisasi BEM atau media kampus misalnya. Namun teman-teman lebih memilih untuk sekedar pulang kuliah, bermain di persewaan PS hingga sore hari, dan pada malam harinya sekedar nongkrong atau bahkan mengadakan pesta.

Padahal kamu sudah punya kemauan untuk berusaha aktif di kampus. Ketika Anda mencoba memberi tahu teman atau mengundang teman, teman Anda hanya mengatakannya nanti, ketika semester 3 atau 4. Anda sudah tua, uang terus keluar untuk jalan-jalan, dan waktu semakin habis. Susah bukan kalau tidak punya frekuensi yang sama dengan teman-teman?

Memiliki teman yang frekuensi akan sangat mendukungmu agar kamu bisa berkembang menjadi lebih baik dan produktif. Ini tidak berarti menutup jalur pertemanan yang sudah Anda miliki. Namun, ta