Pembinaan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja konstruksi saat ini dan ke depan akan menghadapi tantangan (dan juga peluang) yang semakin besar. Kebutuhan tenaga kerja konstruksi akan semakin meningkat. Tantangan yang nyata juga akan kita hadapi adalah diberlakukannya AFTA 2010 dan Asean Community 2015 yang akan membawa konsekuensi masuknya tenaga kerja asing di bidang industri konstruksi yang berpotensi dapat mengambil alih peran tenaga kerja lokal.

Masalah tenaga kerja konstruksi yang sedang dihadapi dewasa ini adalah masih tingginya jumlah tenaga kerja yang belum memiliki kompetensi formal serta terbatasnya pengakuan kompetensi oleh dunia industri konstruksi. Hal ini berakibat pada rendahnya posisi tawar tenaga kerja dalam mendapatkan penghargaan yang layak.

Salah satu upaya mengatasi kondisi tenaga kerja konstruksi tersebut diperlukanupaya bersama, baik pemerintah, dunia industri, masyarakat jasa konstruksi maupun tenaga kerja konstruksi itu sendiri. Salah satu upaya mengatasi pengangguran adalah menyiapkan kompetensi tenaga kerja melalui pemberdayaan/pelatihan/uji. Melalui penguasaan kompetensi diharapkan tenaga kerja siap mengisi kesempatan kerja atau berwirausaha.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi terus berupaya mendukung percepatan pemenuhan tenaga kerja konstruksi terutama di tingkat terampil.Sejak tahun 2014 telah dilakukan kegiatan Pelatihan Konstruksi menggunakan kendaraan keliling (MTU).Kegiatan ini diarahkan untuk dapat melakukan percepatan penyediaan tenaga kerja konstruksi di tingkat terampil di lokasi kantong-kantong tenaga kerja dan lokasi proyek.

Pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan/uji konstruksi keliling seperti yang diamanatkan dalam Permen PUPR No. 24/PRT/M/2014 tentang Pedoman Pelatihan Berbasis Kompetensi Bidang Jasa Konstruksi harus dapat dilaksanakan sesuaiBuku “Petunjuk Operasional pemberdayaan/pelatihan/uji Konstruksi Berbasis Kompetensi Menggunakan Kendaraan Keliling MTU” sehingga dapat berjalan dengan baik dan memenuhi kompetensi yang disyaratkan.

Mobile Training Unit merupakan Mobil Pelatihan Keliling yang dapat digunakan untuk mengenalkan dan mengajarkan pola kerja efektif dan efisien pada tenaga kerja konstruksi, guna memberikan hasil optimal pada pembangunan infrastruktur di seluruh provinsi Indonesia, termasuk di kawasan perbatasan.

Berita
Kalender MTU